Mengukur
Konsentrasi Pasar
Dalam mengukur
konsentrasi pasar, ada dua cara yang dipakai yaitu: cara pertama dengan
menggambar kurva konsentrasi, kedua dengan cara menghitung koefisien Gini.
Mengukur konsentrasi
pasar melalui kurva konsentrasi, maka dimisalkan data secara hipotesis tentang
penguasaan pasar firm-firm besar dalam suatu industri seperti dalam tabel
berikut:
Tabel Rasio Konsentrasi (CR) dari Firm-firm
(Data Hypotesis dalam Persen)
Jenis Industri
|
Firm 1
|
Firm 2
|
Firm 3
|
Firm 4
|
Firm 5
|
CR 2
|
A
|
60
|
20
|
10
|
5
|
5
|
90
|
B
|
30
|
30
|
25
|
15
|
0
|
85
|
C
|
80
|
5
|
5
|
5
|
5
|
90
|
D
|
30
|
30
|
30
|
10
|
-
|
90
|
E
|
30
|
30
|
15
|
15
|
10
|
75
|
F
|
25
|
25
|
25
|
25
|
-
|
75
|
G
|
70
|
10
|
10
|
10
|
-
|
90
|
H
|
50
|
20
|
10
|
5
|
5
|
80
|
Berdasarkan tabel di atas, maka kurva
konsentrasi dari masing-masing industri dapat digambar. Pada garis Horizontal
menunjukkan jumlah firm dalam industri diakumulasi dari yang terbesar. Pada
garis vertikal menunjukkan jumlah proporsi dari output industri. Misalnya untuk
Industri A, Firm 1 adalah Firm yang terbesar menguasai pasar yaitu 60%,
sedangkan firm 2 menguasai 20% pasar. Jadi jumlah ouput yang berada di tangan
dua Firm top adalah 80%. Demikian semuanya dapat dihitung dua top firm di industri
B dan seterusnya. Ke lima Firm top di Industri A menguasai 100% pasar. Demikian
untuk Firm B dan seterusnya.
Kurva konsentrasi industri A dan D misalnya
dapat digambar seperti gambar Grafik berikut
Kurva konsentrasi Industri A berbeda dengan
kurva konsentrasi industri D. Kurva konsentrasi industri A menunjukkan firm top
1 menguasai 60% pasar, sedang firm 2 dan seterusnya masing-masing menguasai 20,
10, 5, 5 persen pasar. Sedangkan industri D tiga top Firm menguasai 90 % dan
sisanya Firm 4 adalah 10%, sedang Firm 5 Nihil. Itulah sebabnya kurva
konsentrasi industri D lebih cepat menyentuh penguasaan pasar 100%. Baik industri
A maupun D memiliki konsentrasi yang sama dilihat dari tiga top Firm dalam
industri itu menguasai 90% pasar. Distribusi kekuatan antar Firm menunjukkan
bahwa di Industri D, distribusi kekuatan antara 3 firm top adalah sama yaitu
30% penguasaan pasar. Berbeda dengan di Industri A, di mana firm top 1
menguasai 60% pangsa pasar. Hal ini dapat berimplikasi pada strategi penetapan
harga dan advertensi di mana industri A firm top 1 bisa menjadi price maker
sedang firm-firm lain sebagai pengikut. Sedang di Industri D firm Top ada tiga
yang memiliki kekuasaan yang sama.
Cara ke dua untuk mengetahui konsentrasi
pasar dengan menggambar kurva Lorenz, dengan kurva mana kemudian dapat dihitung
coeffisien Gini. Untuk bisa menggambar kurva Lorenz, dibutuhkan data dari semua
firm yang ada dalam suatu industri.
Di garis Horizontal merupakan kedudukan
titik-titik prosentase kumulatif dari firm terbesar dan berikutnya. Sedangkan di
garis vertical tergambar prosentase penjualan atau output total industri. Kurva
Lorenz selalu dimulai dari titik origin disebelah kiri bawah, dan berakhir di
sudut kanan atas. Ini berarti 0% dari firm pasti memiliki 0% output yang
tergambar di titik origin, sedang 100% dari firm-firm pasti memiliki 100% output
yang itu terletak di titik sudut kanan atas. Jika misalnya kita memiliki data
industri di mana semua firm di dalam industri itu ukuran yang sama, maka
berarti kita memiliki kurva Lorenz berupa garis lurus yang menggambarkan adanya
kekuatan sama yang absolut. Ini berarti 20% dari firm-firm memuliki 20% output,
50% firm memiliki 50% output dan seterusnya. Gambaran ini ada pada industri F
sesuai tabel. Hal yang sangat berbeda terjadi di Industri G dimana penguasaan
pasar antar Firm sangat tidak sama. Makin jauh Kurva Lorenz dari garis yang
menunjukkan kekuatan sama absolut, maka makin tidak seimbang kekuatan antar
firm dalam industri. Bandingkan kurva Lorenz industry F dengan Industri G
seperti gambar berikut.
Salah satu cara dalam menghitung Gini koefisien
adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
1
G
= ---
Σ (N – 2i + 1) Si
N
Di
mana:
G = Gini
Koefisien
N = Jumlah
Firm
Si = Kontribusi
Firm ke i dalam Industri
Dengan menggunakan
rumus ini, maka perhitungan Gini koefisien masing-masing firm dalam industri
adalah sebagai berikut:
1
Industri A : G = --- (5 – 2(1) + 1) 0,6 + (5 – 2(2) + 1) 0,2 + (5
– 2(3) + 1) 0,3 +
5
(5 – 2(4) + 1) 0,05 + (5 – 2(5) + 1) 0,05
1
= --- (2.4 + 0,4 – 0,1 – 0,2)
5
1
= --- (2,5) = 0,5
5
1
Industri B : G = --- (4 – 2(1) + 1) 0,3 + (4 – 2(2) + 1) 0,3 + (4
– 2(3) + 1) 0,25 +
4
(4 – 2(4) + 1) 0,15
1
= --- (0.9 + 0,3 – 0,25 – 0,45)
4


Tidak ada komentar:
Posting Komentar